Saturday, December 27, 2008

Blogger Bukan Hacker!

Hanya di Indonesia! Seorang PAKAR 'aritmatika ' oupss .. TELEMATIKA (telekomunikasi dan informatika) –ngakunya– tidak tahu perbedaan antara Blogger dan Hacker (apalagi mungkin antara hacker dan cracker).

"Hacking Is Knowledge" Cracking, Thief, Defacing, Madat, Narkoba, Merkosa, Mabok, Curaling, Curan-Mor, Curan-Tog dan Curan-Hay Komo Upami Curan-Mex mah Is "CRIME"



Yap, betul pembunuhan karakter untuk yang kesekian kalinya dari pakar satu ini. Dengan pernyataan-pernyataan seperti ini, seolah-olah menjadi seorang blogger ataupun seorang hacker itu merupakan sesuatu yang negatif.

Selama ini media massa memang mengidentikkan hacker sebagai seorang yang kerjaannya menjebol situs/website dan mencuri data-data di dalamnya. Pernyataan pakar (siapa media Indonesia pertama yang menjulukinya pakar ya? Atau dia sendiri yang ngaku-ngaku?) ini memperkeruh anggapan orang awam mengenai apa itu hacker dan blogger.

Hacker dalam bidang komputer mempunyai pengertian positif yaitu seorang yang sangat ahli dalam bidang komputer. Misalnya Linus Torvalds, seorang hacker yang membangun Linux, Ken Thompson, Richard M Stallman dll.

Mereka mempunyai kontribusi yang sangat penting dalam membangun sistem komputer sehingga kita sekarang dapat menggunakannya secara nyaman. Di lain sisi, ada yang namanya cracker. Merekalah yang disebut “hacker” di media massa (bukan di Indonesia saja). Eric S Raymond dalam essainya yang berjudul How to become a hacker menulis :

There is another group of people who loudly call themselves hackers, but aren’t. These are people (mainly adolescent males) who get a kick out of breaking into computers and phreaking the phone system. Real hackers call these people ‘crackers’ and want nothing to do with them. Real hackers mostly think crackers are lazy, irresponsible, and not very bright, and object that being able to break security doesn’t make you a hacker any more than being able to hotwire cars makes you an automotive engineer. Unfortunately, many journalists and writers have been fooled into using the word ‘hacker’ to describe crackers; this irritates real hackers no end.

Kesimpulannya: hackers build things and crackers break them!!!

Blogger adalah orang yang menulis blog. Blog kependekan dari weblog adalah website yang masukannya ditata secara kronologis.Isi dari blog beragam sesuai dengan keinginan blogger pembuatnya. Belakangan kata blog menjadi kata kerja, to blog yang artinya mengelola isi blog.

Seorang blogger tidak perlu mengerti tentang sistem operasi, jaringan dan keamanan komputer. Jadi nge-blog itu adalah positif, sangat-sangat positif. Pak BR saja mewajibkan mahasiswa mata kuliahnya untuk menulis blog supaya nantinya dapat menulis dengan baik.

Hacker pengertiannya positif, blogger juga. (Real) hacker tidak akan merusak suatu sistem, apalagi blogger (hah! banyak lho blogger yang tidak tau apa-apa soal jaringan komputer) .

Jadi pernyataan seperti kutipan di Kompas dan Detikinet itu sangat-sangat NGAWUR. Media massa, carilah narasumber yang kredibel supaya informasinya valid. Pakar yang benar-benar pakar pada bidangnya bukan “pakar” telematika satu ini yang tidak dapat membedakan blogger dan hacker.


No comments:

Semua terjadi tak kusadari tak terpikir apalagi mimpi
tapi ternyata kini aku tak berdayakemana pun ku pergi kau hantui jadi tak bisa membuat melupakanmu kau memang beda dari yang aku rasakan...

hanya kau yang bisa merubah hatiku tak mungkin ada lagi yang mampu membuatku seperti ini...Tak berharap bisa jatuh cinta tapi kau datang menawarkan cinta

sangat tak sunggup lagi diriku kumenahannya hanya engkau yg bisa merubah hatiku tak mungkin ada lagi yang mampu membuatku, seperti ini...Semua berubah saat bersamamu tak mungkin ku dapat kalau tanpamu sangat ku nkmati mencintaimu, sangat kunikmati bersamamu...